Manchester United sapu berish semua laga

Manchester United mengusung misi kebangkitan menatap pertandingan dengan Manchester City. The Red Devils menargetkan sisa bersih di sisa musim ini. kata Ole Gunnar Solskjær.

Manchester United akan menerima ke datangan tamu Manchester City di Old Trafford dalam lanjutan Liga Inggris, Kamis (25/4/2019) dini hari WIB. Sebuah laga yang begitu krusial bagi kedua tim.

The Citizens membutuhkan poin penuh untuk memburu gelar Liga Inggris. Sementara bagi Manchester United, tambahan tiga angka bakal membantu menjaga peluang lolos 4 besar nanti nya.

Hanya tinggal tersisa empat laga, empat laga yang bisa dimenangi. Jika Anda berkata kami ada di posisi ini pada Oktober, kami bisa menerimanya. Tapi, ini adalah Manchester United. Kami harus jauh lebih baik di klasemen ini untuk mendapatkan juara tersebut. Kami tinggal menjalani empat laga dan ada empat kemenangan yang bisa diambil. Itu memang sulit, tapi saya yakin kami bisa melakukannya dengan baik dan bermain sabar.

Kemenangan atas Manchester City berarti amat penting bagi kami Manchester United. Mereka baru saja menelan kekalahan beruntun dengan skor telak 0-4 dari Everton dan dibungkam Barcelona 0-3.

Saya percaya kami akan siap pada laga Rabu nanti. Ini memang mengecewakan. Tapi kami harus cepat melupakan itu dan kembali siap tengah pekan ini.

Roma Dikabarkan Negosiasi dengan Antonio Conte

AS Roma dikabarkan sudah menbicarakan dan bernegosiasi dengan Antonio Conte. Langkah cepat dibutuhkan Gialllorossi karena Antonio Conte sangat banyak di minati sama klub klub lain nya. kata Gialllorossi.

Sedih nya AS Roma memecat Eusebio Di Francesco dari kursi pelatih pada Maret lalu. Kini mereka ditangani Claudio Ranieri yang menjabat sebagai caretaker sampai akhir musim.

Antonio Conte sendiri memang disebut-sebut jadi salah satu incaran AS Roma. Mantan gelandang itu belum melatih lagi sejak meninggalkan Chelsea pada Juli 2018 lalu.

Media ibukota Italia, Il Tempo dan La Repubblica, megklaim bahwa manajemen AS Roma sudah melakukan kontrak pertama dengan Antonio Conte. I Lupi mesti bergerak cepat mengingat sejumlah klub klub lain juga banyak meminati Antonio Conte.

Inter Milan dan AC Milan disebut-sebut sebagai dua pesaing AS Roma. Meski demikian, manajemen kedua klub tersebut sempat menegaskan tak berencana mengganti pelatih.

Di Serie A, Antonio Conte memenangi tiga Scudetto dan dua Piala Super Italia. Sementara bersama Chelsea, pelatih 49 tahun itu memenangi satu gelar Premier League dan Piala FA.

Umtiti Menuju Pintu Keluar Barcelona

Masa depan Samuel Umtiti sudah semakin tidak jelas. Kabarnya, bek tengah andalan Barcelona mulai memikirkan untuk mencari klub lain yang ingin menampungnya karena kesulitan mendapatkan menit bermain bersama Blaugrana. Masalah cedera juga membuat Umtiti semakin sulit.

Dikutip dari Marca, karier Umtiti bersama Barca cukup baik. Dia sempat menjadi pilihan utama di lini belakang bersama dngan Gerard Pique. Penampilannya memikatnya pun akhirnya diganjar dengan kontrak jangka panjang oleh Barca.

Namun, situasi nya memburuk di musim 2018/19 ini. Dia menderita cedera panjang yang beberapa kali kambuh. Umititi harus absen dari pertandingan Barca dan akhirnya mampu digeser oleh Clement Lenglet – yang juga tampil impresif di musim pertamanya.

Lenglet awalnya hanya menjadi pelapis dari Umtiti, tetapi permainan Lenglet lebih impresif. Dia tampil jauh lebih baik dari Umtiti. Duet Lenget dengan Gerard Pique adalah kunci sukses Barca dalam musim ini.

Alhasil, Ernesto Valverde sang pelatih Barca sudah tidak ingin merubah sistem pertahanan Barca. Dia sudah telanjur percaya dengan duet Pique-Lenglet. Hal ini yang membuat Umtiti mulai tergeserkan di line up Barca.

Ditambah lagi Barca juga selangkah mendapatkan bek asal Ajax Amsterdam, Matthijs de Ligt. Blaugranasangat ingin mendapatkan tanda tangan calon bek terbaik di dunia itu, keberhasilan mendapatkan Frenkie de Jong juga membuat Barca semakin percaya diri untuk dapat merekrutnya.

MU Temukan Celah di Barca

Manchester United akhirnya menyerah 0-1 ketika menjamu Barcelona pada leg pertama perempat final Liga Champions 2018/19, Kamis (11/4) dini hari WIB. SAtu-satunya gol yang tercipta adalah hasil bunuh diri Luke Shaw dimenit ke 12.

MU sebenarnya tampil sangat baik pada pertandingan ini. Taktik yang dirancang Ole Gunnar Solskjaer tampak sangat efektif ditambah permainan Barcelona yang dibawah standar. Kekalahan 0-1 ini dapat dikatakan tidak terlalu buruk.

Setan Merah bahkan dapat mengendalikan jalannya pertandingan, tetapimereka gagal dalam memaksimalkan peluang yang ada. Barca nantinya akan menjamu United dan United tetap mengincar kemenangan. Marcus Rashford dkk. bisa saja membuat kejutan di leg kedua nanti.

Bek MU, Chris Smalling merasa puas melihat permainan timnya yang mampu meredam permainan dari Barca.

Menurut Smalling,hal yang terpenting ialah mereka mampu meredam serangan dari Barca. Mereka sudah menemukan cara untuk menekan Barca dan menetralisir serangan-serangan Barca, Sayangnya United hanya kesulitan untuk membuat gol saja.

“Kami akan tetap memakai taktik kami dan hanya gagal mencetak gol. Kami akan tetap pada sistem kami dan ditambah dengan intensitas yang ada,” kata Smalling di laman resmi UEFA.

“Kami mendapatkan beberapa peluang di babak pertama ketika kami bisa menyerang mereka. Akan tetapi kami tampak grogi sebetulnya.”

“Kami menetralisir mereka, khususnya di babak pertama, meski mereka berhasil mencetak gol,” lanjutnya.